(Source: minxie413, via tikitropic)
View high resolution
kurt & lena = ♥♥ kulena ♥♥
gue bukan satu-satunya orang yang mengharapkan mereka berpasangan :3
Lana del rey is young version of Madeleine Stowe?
View high resolution
Chocolate Malt Brownies with Malted Chocolate Cream Cheese Frosting
(via candyexpress)
gue bukan lagi little tricky head with braces and headstrong! tapi mungkin jadi ummi alifah. bagi kalian yang sukanya klasifikasiin orang, mending jadi arkeolog aja deh. individu gak bisa di klasifikasiin begitu aja, apalagi yang pengetahuan khas/ciri orang yang mau di klasifikasiin cuma sebatas penglihatan dari jauh. bukan mengetahui lebih dalam kebaikan dan keburukan sebenarnya. apa sih gue gak jelas banget. ya alasan nulis begini lagi-lagi dampak paham liberal yang dipelajari. bukan karena gue ikut jaringan islam liberal, enak aja. pasti yang kepo baca blog gue deh. makin gak jelas lagi
eddie cahill and eddie cibrian. watcha think?
well, this long weekend seems usual for me, cause every fri I don’t have schedule for college. tapi ini beda dari minggu biasanya karenaaa minggu-minggu kemaren gue ngerasain beban tugas kuliah itu berat banget dan gue jadi stress hingga ngeluangin sedikit banget waktu buat nonton serial tv. minggu lalu gue ngebut ngerjain paper topeng. trus ada tunggakan ngeringkas disertasi dan presentasi arkesos. sebenarnya minggu ini juga masih banyak tugas sih tapi gue agak tenang dan malah nonton tv. terutama marathon csi:miami s 8. gak cuma csi miami, tapi serial kriminal juga gue tonton. sampe akhirnya otak gue isinya cuma investigate, detective jesse cardoza (ampun nih gantengnya bikin dosa), homicide, dan obsesi serial killer kaya dexter dan ryan (pas tahun 2009 sempet panas). trus otak gue punya ide untuk bikin sebuah film series tentang pembunuhan. sebenarnya pengen bikin kisah serial killer kaya dexter gitu tapi gue kayaknya butuh observasi dari si ryan penjagal. hohoho
i do not own these pics! tapi nyoba-nyoba aja bikin kaya hipster-hipster tumblr gitu kan hahaha
jadi inget fenomena biologis yang pernah gue alamin di kampus. jadi waktu itu siang tengah hari gue ai sama hanna mau ke perpus. pas di halte sepeda kuning depan gerbang FIB gue liat cacing tanah diem di lantai halte. awalnya gue gak jijik karena ya biasa aja sih. gue kira itu cuma seekor cacing acak yang menggelepar. lanjut jalan gue tengok kanan kiri ada cacing lagi kali ini di konblok dan kena sinar matahari. tengah hari men terik banget matahari dan kenapa ada cacing berjemur. gak cuma satu ternyata banyak cacing yang berjemur. lanjut jalan lagi makin banyak cacingnya. gue jijik lah dan bilang ke ai dan hanna ‘kok banyak cacing tanah sih?’ ih sumpah geli banget. trus muncullah teori:
—kemaren abis hujan badai, dan kemungkinan sama seperti hujan badai sebelumnya halte spekun banjirjir. dan semua cacing tanah keluar untuk bermain atau mencari tempat untuk berjalan on the ground. lalu setelah air surut, matahari dengan cepatnya bersinar dan menghisap air dan kelembaban tanah sehingga tidak ada waktu yang cukup bagi para cacing tanah untuk kembali ke dalam tanah. mereka semua terbakar matahari dan menjadi cacing kepanasan hahaha—
Sailing stones, sliding rocks, and moving rocks all refer to a geological phenomenon where rocks move in long tracks along a smooth valley floor without human or animal intervention. They have been recorded and studied in a number of places around Racetrack Playa, Death Valley, where the number and length of travel grooves are notable. The force behind their movement is not confirmed[1] and is the subject of research for which several hypotheses[2] exist.
The stones move only every two or three years and most tracks develop over three or four years. Stones with rough bottoms leave straight striated tracks while those with smooth bottoms wander. Stones sometimes turn over, exposing another edge to the ground and leaving a different track in the stone’s wake.
Trails differ in both direction and length. Rocks that start next to each other may travel parallel for a time, before one abruptly changes direction to the left, right, or even back the direction it came from. Trail length also varies – two similarly sized and shaped rocks may travel uniformly, then one could move ahead or stop in its track.
one of the world mystery !!!
abis ditelfon icat dan berkat nasihatnya gue jadi semangat lagi nulis KIK walaupun gue gak yakin ini paper ilmiah berkesimpulan dengan benar atau gak. karena gue gak punya alasan yang pasti apa fungsi dari material culture yang akan gue teliti…